Selasa, 15 Januari 2013

AYAT TERSIRAT AL QURAN

Oleh : Ririn Atika

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan di dunia hanyalah permainan kelalaian, perhiasan dan berbangga-bangga antara kamu dan berlomba banyak harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan petani-petani, kemudian (tanamannya) menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan (pula) ampunan dari Allah dan keridhaanNya. Dan tiadalah kehidupan dunia merupakan kesenangan yang menipu. (Al Hadiid ayat 20)
Dengan menggunakan ilmu kebenaran yang membaca AlQuran dengan menggunakan fitrah, ayat ini bukan berarti kita manusia yang hidup di dunia tidak boleh banyak harta atau anak dan lain sebagainya. Lalu kita menghindari segala buatan Allah yang merupakan soal ujianNya, dengan cara menjadi manusia yang tidak mau urusan duniawi sufi, biksu dan sejenisnya. Bukan begitu...!
Segala buatan Allah merupakan soal ujian yang harus kita kerjakan untuk meningkatkan keimanan. Manusia yang takut dan lari, tidak mau mengerjakan soal ujian, ibarat siswa yang sedang ujian dan soal ujiannya dirobek. Secara otomatis dia tidak lulus.

Bagaimana kita mengerjakan soal ujian Allah dan bagaiman bisa lulus?
Di mulai dari kesadaran diri, bahwa di dalam diri kita, ada nafsu dan fitrah. Nafsu yang menjerumuskan kita, sedangkan fitrah yang menunjukkan jalan yang benar. Bekal inilah yang akan menentukan segala tindakan kita. Apakah kita menggunakan fitrah atau menggunakan nafsu? Dengan fitrah kita akan bisa menjadikan segala buatan (makhluk, red) Allah sebagai sarana untuk beribadah kepadaNya. Dengan menggunakan nafsu segala buatan Allah dijadikan tujuan hidupnya. Keduanya mempunyai perbedaan bagaikan bumi dan langit. Untuk mampu menjadikan buatan Allah sebagai sarana untuk ibadah, kita harus memahami dan melaksanakan ilmu kebenaran. Dengan memahami dan melaksanakan ilmu kebenaran, otomatis kita akan mendapatkan bantuan dari rohani kita berupa ilmu Allah yang dilewatkan Malaikat Muqorrobin. Tanpanya (Malaikat Muqorrobin) manusia tidak akan mungkin mampu melaksanakannya. Akan tetapi hanya sebatas wacana saja. 

Kondisi dunia saat ini, merupakan efek dari menjadikan segala buatan Allah sebagai tujuan hidupnya. Semua itu hanyalah merupakan tipuan nafsu yang sangat halus, sehingga segala buatan Allah di cintai dengan berlebihan. Mengkultuskan sosok, tanpa di sadari akan menjadikan buatan Allah sebagai Tuhan penolongnya. Lalu apa yang akan terjadi? Segala buatan Allah itu, tidak akan membawa keberkahan.  Tetapi justru malah menjadi malapetaka. Kekayaan alam yang melimpah menjadikan manusia semakin serakah. sumber daya manusia semakin maju dilengkapi dengan ilmu teknologi yang canggih menjadikannya takabur dan menyaingi Allah.

diedit kembali oleh admin.

4 komentar:

  1. buat sy pribadi hal ini slh satu ujian yg sangat2 berat. Ketika rejeki dlm bentuk apapun yg Allah beri pd sy, sekaligus jg ujian bgmn sy menggunakannya se-manfaat mgkin.Kadang napsu menipu.. "utk apa aku mengumpulkan harta, harta tdk dibawa mati". Bila sdh begini..napsu dgn manisnya menipuku lg: jd tdk perlu lah usaha2 berat2!(maksudnya usaha maksimal). Dgn kebenaran, kita dituntun supaya bisa memilah, mengumpulkan harta untuk dijadikan sarana ibadah apa mengumpulkan harta untuk memperkaya napsu?. _Elok Fafiru_ 15 Januari'13

    BalasHapus
    Balasan
    1. Elok,

      sebelumnya terima kasih atas komentarmu.
      Usaha maksimal itu perlu. Hal itu menunjukkan, bahwa kita bekerja tidak setengah-setangah. Mungkin yang kamu maksud adalah terlalu memaksakan diri. Nah itu yang tidak baik. Sebab pada akhirnya akan bisa menjadikan kita diperbudak oleh pekerjaan kita.

      Hapus
  2. enak hidup sederhana saja..merasa cukup ya...semua untuk sarana agar kita mudah dalam memakai fasilitas Allah dg kendali fitrah,untuk membawa manfaat lahir bathin dan kedamaian juga ketenangan yang hakiki ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Endang Rahayu,

      seandainya semua manusia sudah menyadari, tentu mereka akan memilih hidup sederhana seperti yang Anda ungkapkan. Namun sayangnya masih banyak yang masih belum sadar bahwa segala yang ada di bumi ini hanyalah "perhiasan" belaka. Dan memang untuk menuju sadar bukanlah hal yang mudah. Butuh tekad yang kuat dan perjuangan yang gigih, disamping tentu saja adanya hidayah dari Allah. Sebab tanpa hidayah, mustahil manusia bisa sadar dan hidayah itu mutlak hak Allah.

      Hapus

Tinggalkan komentar sebelum meninggalkan blog ini...!

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.