Jumat, 11 Januari 2013

Agar Roh Tidak Gentayangan

Oleh : Ririn Atika

"Menjadi roh gentayangan merupakan siksaan yang amat pedih karena roh tersebut selalu kebingungan, tidak mengetahui jalan menujuNya."

Mencintai dan menyayangi segala buatan Allah - yang berwujud anak, isteri, suami, harta, jabatan dan lain sebagainya - secara berlebihan, tanpa di bekali ilmu kebenaran, kita akan tertipu nafsu rasa aku yang sifatnya sangat halus. Tampak baik di hadapan manusia, akan tetapi tidak benar dihadapan Allah. Mengapa?

Ketika kita wafat, akibat dari kendali nafsu rasa aku yang begitu tinggi terhadap segala benda buatan Allah, akan menjadikan roh kita tidak mendapatkan jalan menuju ke alamnya. Akan tetapi roh tersebut terjebak rasa aku di alam nyata. Sehingga menjadi roh gentayangan. Roh tersebut akan menempel atau mengikuti manusia yang dicintainya atau dibencinya. Efek dari nafsu rasa aku bisa juga menjadikan manusia tersebut mempunyai rasa dendam dan rasa memiliki.

Bagaimana caranya supaya kita tidak tertipu nafsu rasa aku, karena rasa tersebut sejatinya hak Allah, akan tetapi digunakan oleh nafsu kita? Dengan memahami ilmu kebenaran yang secara otomatis kita akan dibantu oleh utusanNya melalui rohani kita yaitu Malaikat Muqorrobin, untuk memberikan kesadaran bahwa ketika kita wafat pertanggung jawaban dihadapanNya adalah sendiri-sendiri, sesuai firmanNya surat Faa thir 18:

"Dan orang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Dan jika orang yang berat dosanya memanggil orang untuk memikul dosa itu tidak akan dipikulnya sedikitpun meskipun yang dipanggil itu termasuk kerabatnya".

Dari petunjuk ayat ini, jelas yang mampu menolong kita adalah amal perbuatan ketika hidup dan diterima olehNya. Ketika kita hidup di dunia dan pasti akan mendapatkan ujian berupa penderitaan, kesengsaraan dan kebahagiaan, kita akan mampu sadar bahwa segala buatan Allah merupakan perhiasan dunia. Anak, isteri, suami dan keluarga lainnya merupakan sarana untuk ibadah yaitu berbuat ikhlas terhadap orang terdekatnya. Sedangkan harta, kekuasaan dan lain sebagainya merupakan sarana untuk ibadah, yaitu bisa berbuat yang berguna bagi dirinya ataupun orang lain, bukan di aku seolah-olah miliknya.

Dengan kesadaran tersebut, sewaktu-waktu sarana tersebut diambil pemilikNya, yaitu Allah dengan berbagai cara, maka kita siap dan lulus. Manusia beragama dan berbangsa apapun dipenjuru dunia, tanpa di bantu Malaikat Muqorrobin, tidak akan mampu mempunyai kesadaran hingga mencapai nilai ikhlas lulus. Menjadi roh gentayangan merupakan siksaan yang amat pedih karena roh tersebut selalu kebingungan, tidak mengetahui jalan menujuNya.

Di zaman kebenaran Allah memberikan pertolonganNya melalui manusia yang masih hidup untuk mau meminta pertolongan kepada utusan Allah dari alam rohani, yaitu para Malaikat Muqorrobin melalui zikir dan doa, agar roh tersebut bisa terpisah dengan kasih sayang dan mendapatkan jalan untuk menghadapNya.

diedit kembali oleh Admin.

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Tinggalkan komentar sebelum meninggalkan blog ini...!

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.